Wednesday, 7 January 2015

SISTEM PELAYANAN REKAM MEDIS DI PUSKESMAS AMBAL II

BAB I
PENDAHULUAN

    A.     Latar Belakang
Puskesmas adalah salah satu unit pelaksana pembangunan kesehatan kecamatan dan merupakan bagian integral daripembangunan nasional, oleh karena itu kesehatan adalah suatu aspek yang mempengaruhi kualitas dan produktifitas sumber daya manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat   dan sejahteran. Kesehatan yang ingin dicapai adalah keadaan kesejahteraan dalam dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Tujuan ini hanya dapat diwujudkan oleh petugas kesehatandan peran serta masyarakat.

Dalam pasal 5 UU kes.NO.23 TAHUN 1992 menyatakan bahwa setiap orang berkewajiban untuk ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan, keluarga serta lingkungan. Kesehatan yang ingin dicapai adalah keadaan kesejahteraan dari badan jiwa dan sosial orang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial danekonomi. Sebagaimana juga dinyatakan dalam GBHN dan system kesehatan nasional bahwa tujuan pembangunan dalam bidang yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum. Untuk mencapai tujuan ini diperlukan system kesehatan nasional sebagaipemikiran dasar yang memberi arah tujuan, bentuk dan sifat pembangunan kesehatan yang dilaksanakan nantinya dapat bersifat menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.
Berdasrkan sisystem pelayanan kesehatan yang terdapat di indonesia, maka Puskesmas mencapai bagian terdepan dalam memberi pelayanan kesehatan pada masyrakat. Sesuai dengan penelitian. Puskesmas adalah suatu unit organisasi fungsional terdepan yang berfungsi mengembangkan dan membina peran serta masyarakat menyelengarakan pelayanan kesehatan dalam wilayah kerjanya secara menyeluruh dan terpadu secara integrasi melalui usaha-usaha kegiatan pokok puskesamas mencapai tujuan yaitu : Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal melalui promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif
   B.     TUJUAN
1.  Tujuan umum
Mendeskripsikan Visi dan Misi  di puskesmas ambal ll dan wilayah kerja puskesmas.
2. Tujuan khusus
1.       Mendeskripsikan sistem playan rekamedis di puskesmas Ambal ll.
2.      Mendeskripsikan alur pelayan di puskes ambal ll.
3.      Mendeskripsikan gambaran umum instansi puskemas Ambal ll.
4.      Mendeskripsikan Hasil Observasi  di puskemas Ambal ll.
5.      Mengetahui pengertian Rekam Medis
C. Manfaat
Manfaat yang di harapkan dari sistem informasi rekam medis rawat jalan untuk mendukung evaluasi pelayanan berbasis komputer adalah:
1.      Dapat dimanfaatkanya sistem informasi rekam medis rawat jalan untuk mendukung evaluasi playanan.
2.      Manfaat penelitian bagi mahsiswa adalah dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama kuliah dalam realita masalah yang ditemui di lapangan.
3.      Menjadi sumbangan mengenai perancangan sistem informasi rekam medis rawat jalan untuk mendukung evaluasi playanan.

BAB II
                            GAMBARAN UMUM
A. Gambaran Umum Instansi
Puskesmas adalah unit pelayanan teknis dinas kesehatan kebupaten/kota yang bertanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan diwilayah kerjanya. Puskesmas berperan menyelenggarakan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar memperoleh derajat kesehatan yang optimal.
Puskesmas Ambal II merupakan UPT dinkes Kebumen yang terletak di Tenggara dari pusat kota kebumen. Puskesmas Ambal II berdiri pada tahun 1985 dan buka pada tanggal 1 Maret 1987. Adapun yang pernah menjabat sebagai kepala di Puskesmas Ambal II antara lain :
1.      dr. Lucia Kris Dinarti 1 Oktober 1987 – 1 April 1994
2.      dr. Sigit Widyo Cahyono 1 April 1994 – 1 April 2007
3.      Retno Sundari SKM 1 April 2007 – 12 Febuari 2010
4.      dr. Timbul Pranoto 12 Febuari 2010 – Sekarang

B. Deskripsi Wilayah Kerja
Secara geografis, gambaran wilayah kecamatan Ambal II sebagai berikut :
1)      Letak Wilayah
Kecamatan Ambal II terletak pada posisi 7o – 8 LS dan 109o – 110oBT. Terdiri dari 32 desa yang secara administratif terbagi dua Puskesmas Ambal I dan Puskesmas Ambal II.
2)      Batas Wilayah
Batas – batas wilayah kerja Puskesmas Ambal II meliputi :
Utara                : Kecamatan Kutowinangun
Selatan             : Wilayah Kerja Puskesmas Ambal II
Barat                 : Kecamatan Buluspesantren
Timur                : Kecamatan Mirit
3)      Topografi
Topografi kerja Puskesmas Ambal II merupakan jalur pintas selatan dengan 100% berupa daratan rendah dengan katinggian sekitar 9 m diatas permukaan laut. Seluruh wilayah dapat dijangkau dengan kendaran roda dua dan roda empat pada musim kemarau dan penghujan. Terdapat 2 sungai yang membelah wilayah kerja Puskesmas Ambal II dari utara dan selatan yaitu sungai Krogosingan Simpang Kiri dan Krogosingan Simpang Kanan.

4)      Iklim dan Curah Hujan
Secara klimatologi curah hujan diwilayah kecamatan Ambal rata – rata 143 mm/bln dengan hari hujan rata – rata 8 hr/bln. Suhu minimun pada malam hari 19,5oC dan siang 32oC.

C. Data Kunjungan dan Data Penyakit
a. Data Kunjungan Puskesmas

Jenis Kunjungan
Bulan
September
Oktober
November


Rawat Jalan


1.844


1.535


1.187

b. Data Rekapitulasi 10 Penyakit
No
Jenis Penyakit
Jumlah Kasus
1.
Infeksi akut lain pada saluran pernafasan
398
2.
Dermatitis kontak alergi
128
3.
Nyeri kepala
94
4.
Hati primer
92
5.
Reumatoid arthitis
78
6.
Penyakit jaringan otot
78
7.
Penyakit demam typoid
74
8.
Commod cold
72
9.
Penyakit pulpa dan periapikal
57
10.
Dispepsia
55

D. Ketenagaan di Puskesman Ambal II
Jumlah dan jenis ketenagaan di Puskesmas Ambal II dapat di lihat pada tabel dibawah ini :
No
Jenis Tenaga
Jumlah
Status
1.
Dokter Umum
1
PNS
2.
Dokter Gigi
1
PNS
3.
Perawat
8
PNS
4.
Bidan
22
16 PNS/6 PTT
5.
Asisten apoteker
1
PNS
6.
Ahli Gizi
2
PNS
7.
Sanitarian
1
PNS
8.
Perawat Gigi
2
PNS
9.
Tata Usaha
3
PNS
10.
Pengemudi
1
PNS
11.
Analisi Kesehatan
1
PNS
12.
Epidemiologi
1
PNS
13.
Perekam Medis
1
PNS

JUMLAH
45
PNS
Selain yang disebut diatas, ada tenaga wiyata bakti sejumlah 7 orang yang terdiri dari atas 5 orang perawat, 1 orang TU, 1 penjaga.
E. Visi dan Misi Puskesmas Ambal II
Adapun visi dan misi dari Puskesmas Ambal II sebagai berikut :
  Ø  VISI
“ Menjadikan Puskesmas yang berkualitas dalam pelayanan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Puskesmas Ambal II menuju kecamatan Ambal sehat tahun 2015 “.
  Ø  MISI

1.      Menggerakan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah UPTD Unit Puskesmas Ambal II.
2.      Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah UPDT Unit Puskesmas Ambal II.
3.      Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan terjangkau bagi masyarakat.
4.      Memlihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga, dan masyarakat beserta lingkungannya.

F. Sistem Pendaftaran DiPuskesmas Ambal ll
Adapun sistem pendaftaran pasien di puskesmas ambal ll adalah sebagai berikut :
1. Pasien Lama
Pasien lama datang dan langsung memberikan KIB pada petugas rekam medis, kemudian petugas rekam medis akan mencari folder pasien, setalah itu petugas rekam medis akan mencatat nama pasien yang akan berobat di lembar resep lalu petugas rekam medis mengantar ke poli yang di tuju.
2. Pasien Baru
Hampir sama dengan alur pasien lama tetapi jika pasien baru yang pertama kali datang petugas rekam medis segera mengecek data pasien pada komputer jika data si pasien tidak ditemukan, maka petugas rekam medis akan segera membuatkan data baru pada buku registrasi pasien baru yang berisikan (No Indeks, Nama KK, Nma pasien, RT / RW, Umur, jenis kunjungan, , tanggal kunjungan, tetatus ) jika data pasien sudah lengkap di salin kembali dalam lembar regristasi harian pasien atau yang sering disebut dengan lembar status pasien dan di buatkan juga folder baru untuk menyimpan lembar status pasien pada rak rekam medis dan di buatkan juga KIB Puskesmas Ambal II untuk di bawa setiap kali berobat. 
G. Pelayanan Pasien di Puskesmas Ambal II
1. Prosedur Pelayanan
Prosedur pelayanan pada Puskesmas Ambal II memang sangat mudah, tidak terlalu menyulitkan pasien yang akan berobat. Pasien hanya menyerahkan KIB bagi pasien yang sudah lama berobat di puskesmas, setelah itu pasien hanya menunggu untuk di data oleh petugas rekam medis, jika data sudah lengkap pasien di suruh menunggu untuk kemudian melakukan pelayanan selanjutnya yaitu pasien manuju ruang periksa baik itu di BPU, POLI GIGI, KIA , MTBS, klinik sanitasi, pojok batuk, ataupun LABORAT. Setelah selesai di periksa pasien langsung bisa menuju ke loket obat yang ada di Puskesmas untuk mengambil obat dan kemudian pasien bisa pulang.
Pelayanan petugas yang diberikan kepada pasien juga sangat baik, tidak hanya petugas rekam medis saja namun semua petugas sampai kepala Puskesmas pun bersedia turun membantu dan memberikan pelayan yang baik terhadap pasien yang datang untuk berobat di Puskesmas Ambal II. Keramahan petugas yang ada di Puskesmas Ambal II sangat baik terbukti selama PKL di Puskesmas Ambal II petugas sangat ramah dan sopan dalam menangani pasien seperti yang saya lihat pada saat saya berada di bagian pendaftaran yaitu mendata pasien yang berkunjung, petuas begitu sabar dalam menangani pasien yang sudah lanjut usia. Dalam hal ini raut wajah sangatlah penting untuk beramah tamah pada pasien yang berkunjung ke Puskesmas karena bersangkutan langsung dengan penilaian masyarakat terhadap pelayanan puskesmas.
2. Rekam Medis Puskesmas
Rekam medis adalah keterangan tertulis maupun terekam tentang identitas medis, pemeriksaan fisik, laboratorium, diagnosis, selaga pelayanan dan tindakan medis yang diberikan kepada pasien,serta pengobatan baik di rawat  jalan,rawat inap maupun yang mendapat pelayanan gawat darurat. Adanya rekam medis setidaknya,bertujuan sebagai penunjang tercapainya tertib palayanan dan kualitas palayanan. Nomor rekam medis merupakan nomor identitas seorang pasien pada sarana Pelayanan Kesehatan untuk pengendali dari berkas rekam medis.
Sistem penomoran rekam medis di Puskesmas Ambal II menggunakan sistem nomor yaitu sistem ini seorang pasien akan memperoleh satu nomor rekam medis baru ketika berkunjung pertama kali ke sarana pelayanan kesehatan dan akan digunakan seterusnya untuk berobat, sehingga rekam medis pasien akan tersimpan dalam satu folder atau map di bawah satu nomor. Sedangkan untuk menyimpan data rekam medis pasien di Puskesmas Ambal II ini yaitu dengan cara menyimpannnya berdasarkan nomor urut pasien yang berkunjung dan juga disimpan di dalam satu folder.
3. Hasil Observasi Kegiatan
Dari hasil observasi kegiatan PKL ( Praktek Kerja Lapangan ) yang kami lakukan selama satu bulan di Puskesmas Ambal II dapat dijelaskan sebagai beikut :
1.      Tata Letak Ruang dan Kenyamanan ( Menurut Teori Tangibles )
Berdasarkan pengamatan sebagian besar mereka mengatakan bahwa tata letak ruang di Puskesmas Ambal II tidak menyulitkan pasien yang berkunjung karena di setaiap ruangan di tempel papa nama. Dari segi keamanan dan kebersihannya mereka merasa nyaman atas keamanan dan kebersihannya..
2.      Cepat, Tepat, Tanggap dan Akurat ( Menurut Teori Responsiveness )
Dari hasil pengamatan di Puskesmas Ambal II jadwal dimulainya pelayanan puskesmas dibuka tepat pada waktunya, pasien merasa sangat puas atas ketanggapan dan kecepatan petugas atas pelayanan yang ada.
3.      Tanggapan Responden Pada Puskesmas ( Menurut Teori Reliability )
Menurut hasil pengamatan meraka mengatakan bahwa pelayanannya sangat mudah, tidak terlalu menyulitkan dalam pengobatan, segi keamanan cukup, petugas sangat bertanggung jawab terhadap pasien.
4.      Sopan Santun dan Terampil dalam Memberikan Pelayanan ( Menurut Teori Assurance )
Mencangkup pengetahuan, kemampuan, kesopanan, dan sifat yang dapat di percaya yang dimiliki oleh para staf ( bebas dari bahaya, resiko dan keragu – raguan ). Pengetahuan yang dimiliki oleh petugas Puskesmas Ambal II sudah cukup baik, dibuktikan dari hasil pengamatan dan sebagian besar dari mereka merasa sangat puas, karena banyak petugas yang sudah berpengalaman menangani masalah kesehatan. Petugas juga bersikap sopan dan ramah kepada semua pasien, petugas menangani  masalah kesehatan pasien dengan penuh hati – hati, tanpa ada keraguan, dan menekan resiko sekecil mungkin serta terhindar dari bahaya kesehatan yang timbul.


BAB III
PEMBAHASAN
A.    Pengertian  Rekam Medis
Rekam medis adalah keterangan baik yang tertulis maupun terekam tentang identitas , anamnesa,penentuan fisik , laboratorium, diagnosa segala pelayanan dan tindakan medik yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik yang dirawat inap , rawat jalan maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat.
Rekam medis mempunyai pengertian yang sangat luas , tidak hanya sekedar kegiatan pencatatan, akan tetapi mempunyai pengertian sebagai suatu sistem penyelenggaraan rekam medis yaitu mulai pencatatan selama pasien mendapatkan pelayanan medik , dilanjutkan dengan penanganan berkas rekam medis yang meliputi penyelenggaraan penyimpanan serta pengeluaran berkas dari tempat penyimpanan untuk melayani permintaan/peminjaman apabila dari pasien atau untuk keperluan lainnya
Rekam medis mempunyai 2 bagian yang perlu diperhatikan yaitu bagian pertama adalah tentang INDIVIDU : suatu informasi tentang kondisi kesehatan dan penyakit pasien yang bersangkutan dan sering disebut PATIENT RECORD, bagian kedua adalah tentang MANAJEMEN: suatu informasi tentang pertanggungjawaban apakah dari segi manajemen maupun keuangan dari kondisi kesehatan dan penyakit pasien yang bersangkutan
Rekam medis juga merupakan kompilasi fakta tentang kondisi kesehatan dan penyakit seorang pasien yang meliputi :
·         data terdokumentasi tentang keadaan sakit sekarang dan waktu lampau
·         pengobatan yang telah dan akan dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional secara tertulis.

Secara umum, informasi yang tercantum dalam rekam medis seorang pasien harus meliputi :
·         Siapa (Who) pasien tersebut dan Siapa (Who) yang memberikan pelayanan kesehatan/medis.
·         Apa (What), Kapan (When) , Kenapa (Why) dan Bagaimana (How) pelayanan kesehatan/medis diberikan .
·         Hasil akhir atau dampak (Outcome) dari pelayanan kesehatan dan pengobatan

B.                 Tujuan dan Kegunaan Rekam Medis
Tujuan Rekam Medis adalah untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya peningkatan pelayanan kesehatan . Tanpa didukung suatu sistem pengelolaan rekam medis yang baik dan benar , maka tertib administrasi tidak akan berhasil

Kegunaan Rekam Medis antara lain:
1.      Aspek Administrasi
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai administrasi , karena isinya menyangkut tindakan berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai tenaga mdis dan perawat dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan
2.      Aspek Medis
3.      Catatan tersebut dipergunakan sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan/perawatan yang harus diberikan kepada pasien
Contoh :
Identitas pasien name, age, sex, address, marriage status, etc.
Anamnesis “fever” how long, every time, continuously, periodic??? Physical diagnosis head, neck, chest, etc.
Laboratory examination, another supporting examination. Etc
4.      Aspek Hukum
Menyangkut masalah adanya jaminan kepastian hukum atas dasar keadilan , dalam rangka usaha menegakkan hukum serta penyediaan bahan tanda bukti untuk menegakkan keadilan
5.      Aspek Keuangan
Isi Rekam Medis dapat dijadikan sebagai bahan untuk menetapkan biaya pembayaran pelayanan . Tanpa adanya bukti catatan tindakan /pelayanan , maka pembayaran tidak dapat dipertanggungjawabkan
6.      Aspek Penelitian
Berkas Rekam medis mempunyai nilai penelitian , karena isinya menyangkut data/informasi yang dapat digunakan sebagai aspek penelitian .
7.      Aspek Pendidikan
Berkas Rekam Medis mempunyai nilai pendidikan , karena isinya menyangkut data/informasi tentang kronologis dari pelayanan medik yang diberikan pada pasien
8.      Aspek Dokumentasi
Isi Rekam medis menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasikan dan dipakai sebagai bahan pertanggungjawaban dan laporan sarana kesehatan

Berdasarkan aspek-aspek tersebut , maka rekam medis mempunyai kegunaan yang sangat luas yaitu :

1.      Sebagai alat komunikasi antara dokter dengan tenaga kesehatan lainnya yang ikut ambil bagian dalam memberikan pelayanan kesehatan
2.      Sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan/perawatan yang harus diberikan kepada seorang pasien
3.      Sebagai bukti tertulis atas segala tindakan pelayanan , perkembangan penyakit dan pengobatan selama pasien berkunjung/dirawat di Rumah sakit
4.      Sebagai bahan yang berguna untuk analisa , penelitian dan evaluasi terhadap program pelayanan serta kualitas pelayanan
Contoh : Bagi seorang manajer :
-    Berapa banyak pasien yang dating ke sarana kesehatan kita ? baru dan lama ?
-    Distribusi penyakit pasien yang dating ke sarana kesehatan kita
-    Cakupan program yang nantinya di bandingkan dengan target program
5.      Melindungi kepentingan hukum bagi pasien, sarana kesehatan maupun tenaga kesehatan yang terlibat
6.      Menyediakan data dan informasi yang diperlukan untuk keperluan pengembangan program , pendidikan dan penelitian
7.      Sebagai dasar di dalam perhitungan biaya pembayaran pelayanan kesehatan
8.      Menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasikan serta bahan pertanggungjawaban dan laporan


C.    Rekam medis di sarana pelayanan kesehatan primer (Puskesmas)
Rekam medis di Puskesmas merupakan salah satu sumber data penting yang nantinya akan diolah menjadi informasi .Jenis-jenis kartu atau status rekam medis yang ada di Puskesmas sangat bervariasi, tergantung sasarannya, sebagai contoh :
·            Family Folder
·            Kartu Tanda Pengenal
·            Kartu Rawat Jalan
·            Kartu Rawat Tinggal
·            Kartu Penderita & indek Penderita Kusta
·            Kartu Penderita & indek Penderita TB
·            Kartu Ibu
·            Kartu Anak dll
·            KMS Balita, anak sekolah, Ibu hamil dan Usila
·            Kartu tumbuh Kembang Balita
·            Kartu Rumah (sanitasi)
  
Sebagai gambaran, terlihat pada Diagram 1, alur pasien atau rekam medis yang terjadi di Puskesmas. 
Dari Diagram tersebut terlihat bahwa pasien yang datang ke Puskesmas dapat datang sendiri atau membawa surat rujukan . Di Unit Pendaftaran, identitas pasien dicatat di kartu atau status rekam medis dan selanjutnya pasien beserta kartu atau status rekam medisnya dibawa ke Ruang Pemeriksaan. Oleh tenaga kesehatan, pasien tersebut dianamnesia dan diperiksa serta kalau dibutuhkan dilakukan pemeriksaan penunjang. Akhirnya dilakukan penegakkan diagnosa dan sesuai kebutuhan,pasien tersebut diberi obat atau tindakan medis lainnya. Ke semua pelayanan kesehatan ini dicatat dalam kartu atau status rekam medis. Setiap tenaga kesehatan yang melakukan pelayanan kesehatan dan atau tindakan medis harus menuliskan nama dan membubuhi tandatangannya kartu atau status rekam medis tersebut. Semua kegiatan ini merupakan kegiatan bagian pertama rekam medis (PATIENT RECORD). Setelah melalui ini semua, pasien dapat pulang atau dirujuk. Namun demikian kegiatan pengelolaan rekam medis tidak berhenti. Kartu atau status rekam medis dikumpulkan, biasanya kembali ke Ruang Pendaftaran untuk dilakukan kodeing penyakit dan juga pendataan di buku-buku register harian yang telah disediakan. Setelah diolah, kartu atau status rekam medis dikembalikan ke tempatnya di Ruang Pendaftaran agar lain kali pasien yang sama datang, maka kartu atau status rekam medisnya dapat dipergunakan kembali.

Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan bagian kedua rekam medis yaitu MANAJEMEN berupa rekapitulasi harian, bulanan, triwulanan, semester dan tahunan dari informasi yang ada di kartu atau status rekam medis pasien.

Ruang lingkup kegiatan pengolahan dan analisa pada tingkat puskesmas adalah :

1.      Mengkompilasi data dari Puskesmas baik dalam gedung maupun luar gedung

2.      Mentabulasi data upaya kesehatan yang diberikan kepada masyarakat yang dibedakan atas dalam Wilayah dan luar wilayah

3.      Menyusun kartu index Penyakit

4.      Menyusun sensus harian untuk mengolah data kesakitan

5.      Melakukan berbagai perhitungan-perhitungan dengan menggunakan data denominator dll

D. Tugas Pokok Perekam Medis dan Fungsi Rekam Medis
1. Tugas Pokok Perekam Medis :
Tugas pokok dari seorang perekam medis dapat di simpulkan sebagai berikut diantaranya :
a)    Memberi informasi tentang pelayanan
b)    Mencatat identitas pasien dengan jelas, lengkap dan benar
c)    Menulis rekam medis pada setiap lembar dalam berkas rekam medis
d)    Membuat dan menyimpan KIUP
e)  Mencari nomor rekam medis pasien lama dengan menggunakan KIUP
f)    Membuat KIB dan menyerahkan pada pasien
g)    Mencatat dalam buku registrasi pendaftaran
h)    Mendistribusikan berkas rekam medis
2. Fungsi rekam medis :
Fungsi rekam medis dalam instansi kesehatan dapat membantu dalam beberapa hal di antaranya sebagaia berikut :
a. Dokumentasi
 Rekam medis merupakan sarana untuk penyimpanan berbagai dokumen yang berkaitan dengan kesehatan pasien.
b. Alat bukti
 Untuk kasus malapraktik, rekam medis bisa menjadi alat bukti di pengadilan. Dari rekaman medis itu akan terbuka, tindakan salah apa yang telah dilakukan dokter atau perawat bersangkutan. Dokter tidak boleh menghapus tulisan apapun pada rekaman medis. "Kalau ada kesalahan tulisan, dokter tidak boleh menghapus, tapi hanya boleh mencoret sekali sehingga tulisan semula masih bisa dibaca, serta diparaf,"
c. Identifikasi Jenazah
Fungsi yang tidak kalah penting dari rekam medis adalah untuk identifikasi jenazah yang sulit dikenali. Dalam suatu kecelakaan hebat misalnya, rekam medis sangat membantu dalam mengenali jenazah.
d. Acuan dalam memberikan pelayanan kesehatan
Dapat digunakan sebagai acuan dokter dan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan baik dalam menentukan diagnosis, memberikan pengobatan, tindakan medis dan pelayanan selanjutnya bagi pasien. Rekam medis yang baik, benar, lengkap dan jelas dapat meningkatkan pelayanan kesehatan bagi pasien.
e. Bahan untuk kepentingan penelitian dan pendidikan
Rekam medis dapat menjadi informasi tentang perkembangan penyakit, pengobatan, tindakan medis terutama untuk perkembangan ilmu pengetahuan dalam pengajaran dan penelitian. Dengan rekam medis juga dapat ditentukan angka statistik kasus penyakit, angka kematian, angka kelahiran dan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan.
f. Sebagai dasar pembayaran biaya pelayanan kesehatan
Rekam medis juga dapat digunakan untuk menentukan jumlah biaya yang harus dibayar oleh pasien dalam pelayanan kesehatan.
E. Sistem Pemberian Nomor Rekam Medis
Sistem penomoran dikenal dengan istilah numbering system, ini penting artinya untuk kesinambungan informasi. Dengan menggunakan sistem penomoran, maka informasi - informasi dapat secara runtut dan meminimalkan informasi yang hilang.
Tujuan memberi nomor rekam medis pada dokumen rekam medis adalah mempermudah pencarian kembali dokumen rekam medis yang telah terisi berbagai informasi tentang pasien kemudian datang kembali berobat di sarana pelayanan kesehatan yang sama yaitu dengan mencari nomor rekam medis yang telah diberikan kepada pasien.
Ada 3 sistem pemberian nomor pasien:
1. Pemberian Nomor Cara Seri ( Serial Numbering System )
Sistem penomoran dimana setiap pasien yang berobat ke rumah sakit selalu mendapatkan nomor baru.
Keuntungan :
ü  petugas mudah mengerjakan
Kerugian :
ü  Sulit dan membutuhkan waktu lama dalam mencari dokumen rekam medis.

2. Pemberian Nomor Cara Unit ( Unit Numbering System )
Sistem penomoran dimana sistem ini memberikan satu nomor rekam medis pada pasien berobat jalan maupun pasien rawat inap dan gawat darurat, setiap pasien yang berobat mendapatkan satu nomor pada saat pertama kali pasien datang ke rumah sakit dan digunakan selamanya untuk kunjungan berikutnya.
Keuntungan:
ü  Informasi medis dapat berkesinambungan
ü  Semua rekam medis penderita memiliki satu nomor dan terkumpul dalam satu map/folder.
ü  Secara tepat memberikan kepada rumah sakit/staf medis satu gambaran yang lengkap mengenai riwayat penyakit dan pengobatan seorang pasien.
Kerugian:
ü  Membutuhkan waktu lebih lama untuk mencari dokumen rekam medis.
3. Pemberian Nomor Cara Seri Unit ( Serial Unit Numbering System)
Sistem pemberian nomor dengan menggabungkan sistem seri dan unit, dimana setiap pasien dating berobat ke rumah sakit diberikan nomor baru, tetapi dokumen rekam medis terdahulu digabungkan dan disimpan jadi satu dibawah nomor yang paling baru.
Apabila satu berkas rekam medis lama diambil dan dipindahkan tempatnya ke nomor yang baru, ditempatnya yang lama tersebut harus diberi tanda penunjuk yang menunjukkan kemana rekam medis tersebut telah dipindahkan.
FSistem Penyimpanan RekamMedis
Ditinjau dari pemusatan atau penyatuan dokumen rekam medis, maka cara penyimpanannya dibagi menjadi 3 cara yaitu:
     a)      Sentralisasi
Sistem penyimpanan dokumen rekam medis secara sentral yaitu suatu sistem penyimpanan dengan cara menyatukan formulir-formulir rekam medis milik seorang pasien kedalam satu folder.
Kelebihan cara ini yaitu:
v  Data dan informasi hasil-hasil pelayanan dapat berkesinambungan karena menyatu dalam satu folder sehingga riwayatnya dapat dibaca seluruhnya.
v  Mengurangi terjadinya duplikasi dalam pemeliharaan dan penyimpanan rekam medis.
v  Mengurangi jumlah biaya yang dapat dipergunakan untuk peralatan dan ruangan.
v  Tata kerja dan peraturan mengenai kegiatan pencatatan medis mudah distandarisasi.
v  Memungkinkan peningkatan efisiensi kerja petugas penyimpanan karena dokumen rekam medis milik seorang pasien berada dalam satu folder.
v  Mudah menerapkan sistem unit.
Kekurangan sistem sentralisasi ini yaitu:
  v   Petugas menjadi lebih sibuk karena harus menangani unit rawat jalan dan unit rawat inap.
  v  Filing (tempat penyimpanan) dokumen rekam medis harus jaga 24 jam karena sewaktu-waktu diperlukan untuk pelayanan di UGD yang buka 24 jam.

     b)      Desentralisasi
Sistem penyimpanan dokumen rekam medis secara desentralisasi yaitu suatu sistem penyimpanan dengan cara memisahkan milik seorang pasien antara dokumen rekam medis rawat jalan, dokumen rekam medis gawat darurat dan rawat inap pada folder tersendiri dan atau ruang atau tempat tersendiri.
Kelebihan sistem penyimpanan ini yaitu:
v  Efisiensi waktu, sehingga pasien mendapat pelayanan lebih cepat.
v  Beban kerja yang dilaksanakan petugas lebih ringan.
Kekurangan  sistem penyimpanan ini yaitu:
v  Terjadi duplikasi dalam pembuatan rekam medis.
v  Biaya yang diperlukan untuk peralatan dan ruangan lebih banyak.

  •     c)      Satelit

Sistem penyimpanan satelit adalah sistem penyimpanan dengan cara menggabungkan sistem sentralisasi dan desentralisasi. Sistem ini hanya berfungsi pada rumah sakit yang sudah menggunakan komputerisasi. Kelebihan menggunakan sistem ini adalah pengambilan dan pencarian data lebih cepat, sedangkan kelemahannya adalah sekuritas data masih dipertanyakan.
Sistem penyimpanan rekam medis yang di gunakan Puskesmas Ambal II adalah sistem sentralisasi dimana data pasien disatukan dalam satu folder yang disebut dengan family folder.


BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesimpulan yang kami peroleh selama PKL ( Praktek Kerja Lapangan ) di Puskesmas Ambal II sebagai berikut :
1.      Setelah kami melakukan PKL di Puskesmas Ambal II,  Kota Kebumen selama satu bulan sejak tanggal 27 November s/d 31 Desember 2014 dapat di ambil kesimpulan bahwa Puskesmas Ambal II bisa dikatakan sangat baik. Puskesmas tersebut sudah memenuhi standart pelayanan pada bagian pemeriksaan seperti BPU, POLI GIGI, KIA, MTBS, KB, KLINIK GIZI, POJOK BATUK dan LABORATORIUM.
2.      Puskesmas Ambal II dalam segi pembiayaan juga relatif sangat murah, serta dapat meringankan pasien yang kurang mampu dengan melayani pasien yang menggunakan kartu jaminan, sehingga pasien yang datang merasa sangat tertolong di tambah para petugas Puskesmas yang sangat ramah terhadap pasien.
3.      Bagian Rekam Medis Puskesmas Ambal II menggunakan sistem penomoran unit numbering yaitu sistem ini seorang pasien akan memperoleh satu nomor rekam medis baru katika berkunjung pertama kali ke Puskesmas Ambal II dan akan di gunakan seterusnya untuk berobat di Puskesmas Ambal II, dan menggunakan buku register pada setiap bagian pemeriksaan dan menggunakan Ms. Excel untuk mengentrynya.
  1. Sumber utama data dan informasi kesehatan adalah rekam medis

  1. Rekam medis adalah keterangan baik yang tertulis maupun terekam tentang identitas , anamnesa,penentuan fisik , laboratorium, diagnosa segala pelayanan dan tindakan medik yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik yang dirawat inap , rawat jalan maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat

  1. Data pasien dapat digunakan sebagai informasi untuk pasien tersebut (INDIVIDU) dan informasi MANAJEMEN

  1. Kompilasi data individu dapat menggambarkan dan digunakan sebagai informasi masyarakat

  1. Sistem Informasi kesehatan adalah upaya untuk mengumpulkan, mengolah dan mengubahnya menjadi informasi yang digunakan untuk penyusunan kebijakan, penyusunan program dan penelitian.

B. Saran
Harapan kami keramahan petugas dan  kualitas playanan di puskesmas ambal ll di pertahankan dan semoga betambah lebih baik lagi kedepannya.

  
DAFTAR PUSTAKA




Departemen Kesehatan RI., Pedoman Sistem Pencatatan Rumah Sakit (Rekam medis/Medical Record , 1994

World Health Organization, Medical Records Manual , A Guide for Developing Countries, 2006

Departemen Kesehatan RI , Pedoman Sistem Pencatatan Pelaporan Terpadu Puskesmas , 1981

Departemen Kesehatan RI , Pedoman Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas, 1993

Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat, Sistem Pencatatan dan Pelaporan Puskesmas (SP3), batasan operasional dan petunjuk pengisian, 2002

AbouZahr1, Carla & Boerma1,Ties . Health information systems: the foundations of public health in Bulletin of the World Health Organization August 2005, 83 (8)

Kuliah ” Medical Record and Health Information System “ , dr. Diah Poerwanti P., MKes

Departemen Kesehatan RI, Sistem Kesehatan Nasional, 2004

Departemen Kesehatan RI , Indikator Indonesia Sehat 2010 & Pedoman Penetapan Indikator Provinsi Sehat dan Kabupaten/Kota Sehat , 2003


0 comments:

Post a Comment