pada
tata surya kita, terdapat banyak benda langit. benda langit itu di antaranya
adalah meteor, meteorit, meteorid, komet, satelit (alam dan buatan), bintang,
planet, dan asteroid. kali ini, aku akan memberikan penjelasan dan definisi
dari semua benda langit tersebut.
1.
Meteor
Meteor adalah benda langit yang masuk ke dalam wilayah
atmosfer bumi yang mengakibatkan terjadinya gesekan permukaan meteor dengan
udara dalam kecepatan tinggi. Akibat adanya gesekan yang yang cepat tersebut
menimbulkan pijaran api dan cahaya yang dari kejauhan kita melihatnya seperti
bintang jatuh. namun, karena gesekan itu juga menyebabkan meteor terbakar
sebelum masuk ke permukaan bumi.
2. Meteorit Meteorit adalah batuan-batuan yang mempunyai unsur serupa dengan meteor, namun perbedaannya, meteor ini tidak habis terbakar dan sampai di permukaan bumi.
2. Meteorit Meteorit adalah batuan-batuan yang mempunyai unsur serupa dengan meteor, namun perbedaannya, meteor ini tidak habis terbakar dan sampai di permukaan bumi.
2.
Meteorid
Meteorid adalah batuan-batuan kecil yang sangat banyak dan
melayang-layang di angkasa luar. Batuan-batuan ini banyak mengandung unsur besi
dan nikel. meteorid mempunyai unsur yang serupa pula dengan meteor, namun
bedanya, meteor ini tidak ada hubungan langsung dengan bumi.
3.
Komet
Komet adalah benda angkasa kecil yang mengorbit Matahari.
Mereka memiliki pusat inti dan mungkin atau mungkin tidak memiliki ekor. Mereka
mengorbit Matahari pada interval yang sangat panjang di orbit yang sangat
elips. Mereka melewati bumi pada jadwal siklus. Komet memiliki inti pusat yang
disebut koma. koma ini terdiri dari batuan, debu dan es. Ketika komet mendekat
ke Matahari, es mencair dan hal ini menciptakan banyak debu dan puing-puing.
Sebagai tekanan meningkat matahari, angin surya mendorong debu dan puing-puing
menjadi ekor komet yang indah. Matahari menerangi ekor dan kita dapat melihat
komet dari Bumi. Sebelum penemuan teleskop, komet akan muncul dari mana saja.
Sekarang para ilmuwan dapat melihat dan menemukan komet yang akan tidak
terlihat di Bumi. Karena siklus alami komet, beberapa komet hanya dapat muncul
setiap beberapa ratus tahun. Selalu ada kesempatan untuk amatir dengan teleskop
untuk menemukan sebuah komet yang belum pernah dilihat, seperti banyak penemuan
Komet Hale-Bopp pada tahun 1996. Komet diyakini berasal dari Awan Oort. Awan
Oort terletak di tempat terjauh dalam tata surya kita dan hampir 3 tahun cahaya
untuk mencapai kesana. Karena jarak yang besar dan ukuran besar dari Awan Oort,
Komet datang secara berkala dari ratusan tahun. Hal ini diperparah oleh orbit
yang sangat elips dari Komet. Misalnya, komet paling terkenal, Haley’s Comet
datang setiap 76 tahun. Komet adalah sumber dari cerita rakyat dan keindahan di
langit kita. Sebuah komet memberikan kita kesempatan untuk benar-benar melihat
keindahan dalam astronomi.
4.
Satelit
satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan
periode revolusi dan rotasi tertentu. satelit dibedakan menjadi 2 macam, yaitu
satelit alami dan buatan. satelit alami adalah benda-benda luar angkasa yang
bukan buatan manusia dan mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih
besar daripada dirinya, seperti misalnya Bulan adalah satelit alami Bumi.
sedangkan satelit buatan adalah benda buatan manusia yang beredar mengelilingi
benda lain misalnya satelit Palapa yang mengelilingi Bumi. Satelit buatan
manusia pertama adalah Sputnik 1, diluncurkan oleh Soviet pada tanggal 4
Oktober 1957. Sputnik 2 diluncurkan pada tanggal 3 November 1957 dan membawa
awak mahluk hidup pertama ke dalam orbit, seekor anjing bernama Laika.
5.
Bintang
Bintang adalah benda langit luar angkasa yang memiliki
ukuran besar dan memancarkan cahaya sebagai sumber cahaya. Bintang yang
terdekat dengan bumi adalah matahari. Matahari dikelilingi oleh planet-planet
anggota tata surya seperti pelanet bumi, merkurius, venus, mars, jupiter,
saturnus, uranus, neptunus dan jupiter.
6.
Planet
Kata planet berasal dari bahasa Yunani yaitu planetai, yang
berarti pengembara. Hal ini disebabkan kedudukan planet terhadap bintang
tidaklah tetap. Planet adalah benda angkasa yang tidak mempunyai cahaya
sendiri, berbentuk bulatan, dan beredar mengelilingi bintang (Matahari).
Sebagian besar planet mempunyai pengiring atau pengikut yang disebut Satelit
yang beredar mengelilingi planet. Sebelumnya, para ahli menetapkan bahwa di
dalam tata surya terdapat sembilan planet. Sembilan planet tersebut berdasarkan
urutannya dari matahari yang terdiri atas planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars,
Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto. Sejalan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia, maka berdasarkan Sidang Umum
International Astronomical Union (IAU) ke-26, pada tanggal 25 Agustus 2006 di
Praha, ditetapkan delapan planet dengan mengeluarkan Planet Pluto dari Sistem
Tata Surya kita. Sementara itu, Pluto diturunkan statusnya sebagai kategori
planet kerdil bersama-sama dengan Xena dan Asteroid Ceres. Keputusan
mengeluarkan Pluto yang sudah menjadi anggota keluarga planet tata surya selama
76 tahun merupakan konsekuensi ditetapkannya definisi baru tentang planet.
Dalam resolusi tersebut, sebuah benda langit bisa disebut planet apabila
memenuhi tiga syarat, yakni mengorbit matahari, berukuran cukup besar sehingga
mampu mempertahankan bentuk bulat, dan memiliki jalur orbit yang jelas dan
“bersih” (tidak ada benda langit lain pada orbit tersebut). Dari kriteria ini,
planet Pluto memiliki kelemahan, antara lain ukurannya sangat kecil dan bentuk
orbitnya yang memanjang dan memotong orbit Neptunus, sehingga dalam
perjalanannya mengelilingi matahari, Pluto kadang-kadang lebih dekat dengan
matahari dibandingkan Neptunus
7.
Asteroid
Definisi asteroid adalah planet-planet kecil yang jumlahnya
puluhan ribu, beredar mengelilingi matahari, letaknya di antara orbit mars dan
yupiter. Asteroid terbedar adalah Ceres yang mempunyai diameter kira-kira 772
km. 2% dari asteroid mempunyai diameter lebih dari 60 km. pada saat ini
tercatat sebanyak 1.600 asteroid, tetapi jumlah sebenarnya tidak kurang dari
100.000 buah dengan massa keseluruhan hanya sekitar 0,001 dari massa bumi. Para
ahli astronomi menyatakan dalam sebuah teori bahwa asteroid adalah sisa-sisa
planet yang meledak sebelumnya mengorbit matahari di antara orbit-orbit Mars
dan Yupiter. Planet tersebut bergerak hingga jarak yang terlalu dekat dengan
Yupiter sehingga hancur karena adanya gaya gravitrasi planet Yupiter.
Kepingan-kepingan planet saling berbenturan sehingga menyebabkan orbit-orbit
yang berbeda. Ada sebuah teori lain menjelaskan bahwa asteroid adalah
bongkahan-bongkahan benda-benda angkasa yang tidak pernah dapat membentuk
planet pada waktu system tata surya terbentuk. Hal ini karena adanya gaya
gravitasi dari planet Yupiter, yang menghalangi bongkahan-bongkahan benda
angkasa tersebut untuk saling menarik dan membentuk sebuah bentuk yang utuh.
Karakteristik
Planet
1)
Merkurius
Merkurius merupakan planet paling dekat ke matahari, jarak
rata-ratanya hanya sekitar 57,8 juta km. Akibatnya, suhu udara pada siang hari
sangat panas (mencapai 4000C), sedangkan malam hari sangat dingin (mencapai
-2000 C). Perbedaan suhu harian yang sangat besar disebabkan planet ini tidak
mempunyai atmosfer. Merkurius berukuran paling kecil, garis tengahnya hanya
4.850 km hampir sama dengan ukuran bulan (diameter 3.476 km). Planet ini
beredar mengelilingi matahari dalam suatu orbit eliptis (lonjong) dengan
periode revolusinya sekitar 88 hari, sedangkan periode rotasinya sekitar 59
hari.
2)
Venus
Venus merupakan planet yang letaknya paling dekat ke bumi,
yaitu sekitar 42 juta km, sehingga dapat terlihat jelas dari bumi sebagai suatu
noktah kecil yang sangat terang dan berkilauan menyerupai bintang pada pagi
atau senja hari. Venus sering disebut sebagai bintang kejora pada saat Planet
Venus berada pada posisi elongasi barat dan bintang senja pada waktu elongasi
timur. Kecemerlangan planet Venus disebabkan pula oleh adanya atmosfer berupa
awan putih yang menyelubunginya dan berfungsi memantulkan cahaya matahari.
Jarak rata-rata Venus ke matahari sekitar 108 juta km, diselubungi atmosfer
yang sangat tebal terdiri atas gas karbondioksida dan sulfat, sehingga pada
siang hari suhunya dapat mencapai 4770 C, sedangkan pada malam hari suhunya
tetap tinggi karena panas yang diterima tertahan atmosfer. Diameter planet
Venus sekitar 12.140 km, periode rotasinya sekitar 244 hari dengan arah sesuai
jarum jam, dan periode revolusinya sekitar 225 hari.
3)
Bumi
(The Earth)
Bumi merupakan planet yang berada pada urutan ketiga dari
matahari. Jarak rata-ratanya ke matahari sekitar 150 juta km, periode
revolusinya sekitar 365,25 hari, dan periode rotasinya sekitar 23 jam 56 menit
dengan arah barat- timur. Planet bumi mempunyai satu satelit alam yang selalu
beredar mengelilingi bumi yaitu Bulan (The Moon). Diameter Bumi sekitar 12.756
km hampir sama dengan diameter Planet Venus.
4)
Mars
Mars merupakan planet luar (eksterior planet) yang paling
dekat ke bumi. Planet ini tampak sangat jelas dari bumi setiap 2 tahun 2 bulan
sekali yaitu pada kedudukan oposisi. Sebab saat itu jaraknya hanya sekitar 56
juta km dari bumi, sehingga merupakan satu-satunya planet yang bagian
permukaannya dapat diamati dari bumi dengan mempergunakan teleskop, sedangkan
planet lain terlalu sulit diamati karena diselubungi oleh gas berupa awan tebal
selain jaraknya yang terlalu jauh. Keadaan di Mars paling mirip dengan bumi,
sehingga memungkinkan terdapatnya kehidupan. Karena itu, para astronom lebih
banyak menghabiskan waktu mempelajari Mars daripada planet lain. Jarak
rata-rata ke Matahari sekitar 228 juta km, periode revolusinya sekitar 687
hari, sedangkan periode rotasi sekitar 24 jam 37 menit. Diameter planet sekitar
setengah dari diameter bumi (6.790 km), diselimuti lapisan atmosfer yang tipis,
dengan suhu udara relatif lebih rendah daripada suhu udara di bumi. Planet Mars
mempunyai dua satelit alam, yakni Phobos dan Deimos.
5)
Jupiter
Jupiter merupakan planet terbesar di tata surya, diameter
sekitar 142.600 km, terdiri atas materi dengan tingkat kerapatannya rendah,
terutama hidrogen dan helium. Jarak rata-ratanya ke matahari sekitar 778 juta
km, berotasi pada sumbunya dengan sangat cepat yakni sekitar 9 jam 50 menit,
sedangkan periode revolusinya sekitar 11,9 tahun. Planet Jupiter mempunyai
satelit alam yang jumlahnya paling banyak yaitu sekitar 13 satelit, di
antaranya terdapat beberapa satelit yang ukurannya besar yaitu Ganimedes,
Calisto, Galilea, Io dan Europa.
6)
Saturnus
Saturnus merupakan planet terbesar ke dua setelah Jupiter,
diameternya sekitar 120.200 km, periode rotasinya sekitar 10 jam 14 menit, dan
revolusinya sekitar 29,5 tahun. Planet ini mempunyai tiga cincin tipis yang
arahnya selalu sejajar dengan ekuatornya, yaitu Cincin Luar (diameter 273.600
km), Cincin Tengah (diameter 152.000 km), dan Cincin Dalam (diameter 160.000
km). Antara Cincin Dalam dengan permukaan Saturnus dipisahkan oleh ruang kosong
yang berjarak sekitar 11.265 km. Planet Saturnus mempunyai atmosfer sangat
rapat terdiri atas hidrogen, helium, metana, dan amoniak. Planet Saturnus
mempunyai satelit alam berjumlah sekitar 11 satelit, diantaranya Titan, Rhea,
Thetys, dan Dione.
7)
Uranus
Uranus mempunyai diameter 49.000 km hampir empat kali lipat
diameter bumi. Periode revolusinya sekitar 84 tahun, sedangkan rotasinya
sekitar 10 jam 49 menit. Berbeda dengan planet lainnya, sumbu rotasi pada
planet ini searah dengan arah datangnya sinar matahari, sehingga kutubnya
seringkali menghadap ke arah matahari. Atmosfernya dipenuhi hidrogen, helium
dan metana. Di luar batas atmosfer, Planet Uranus terdapat lima satelit alam
yang mengelilinginya, yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon. Jarak
rata-rata ke matahari sekitar 2.870 juta km. Planet ini pun merupakan planet
raksasa yang sebagian besar massanya berupa gas dan bercincin, ketebalan
cincinnya hanya sekitar 1 meter terdiri atas partikel-partikel gas yang sangat
tipis dan redup.
8)
Neptunus
Neptunus merupakan planet superior dengan diameter 50.200
km, letaknya paling jauh dari matahari. Jarak rata-rata ke matahari sekitar
4.497 juta km. Periode revolusinya sekitar 164,8 tahun, sedangkan periode
rotasinya sekitar 15 jam 48 menit. Atmosfer Neptunus dipenuhi oleh hidrogen,
helium, metana, dan amoniak yang lebih padat dibandingkan dengan Jupiter dan
Saturnus. Satelit alam yang beredar mengelilingi Neptunus ada dua, yaitu Triton
dan Nereid. Planet Neptunus mempunyai dua cincin utama dan dua cincin redup di
bagian dalam yang mempunyai lebar sekitar 15 km.









0 comments:
Post a Comment