Wednesday, 7 January 2015

KODIFIKASI PENYAKIT

DEFINISI MORBIDITAS, DEFINISI BERBAGAI JENIS DIAGNOSIS

MORBIDITAS
Sumber-sumber informasi yang mungkin terdapat mengenai morbiditas sangat beragam. Data yang paling cocok untuk analisis nasional atau regional adalah yang memungkinkan adanya penghitungan insiden penyakit, atau sekurang-kurangnya penyakit yang terdapat pada asuhan medis atau rumah sakit. Pedoman dan definisi yang disetujui secara resmi untuk pencatatan penyebab morbiditas dan pemilihan suatu kondisi tunggal, kalau diperlukan, ditujukan terutama untuk data pada episode asuhan kesehatan. Bentuk-bentuk lain data memerlukan pengembangan aturan lokal.

Masalah statistik morbiditas dimulai dengan definisi ‘morbiditas’ itu sendiri. Banyak tersedia ruang untuk perbaikan statistik morbiditas. Perbandingan data morbiditas internasional, saat ini, hanya sesuai untuk cakupan yang sangat terbatas dan untuk tujuan yang disebutkan dengan jelas. Informasi nasional dan internasional mengenai morbiditas harus diartikan sehubungan dengan sumbernya dan dengan pengetahuan yang telah ada mengenai mutu data, keandalan diagnostik, dan ciri-ciri demografi dan sosio-ekonomi.
Pada saat REVISI KEENAM ICD, yang disetujui tahun 1948, terdapat permintaan para administrator kesehatan masyarakat, pengelola asuhan kesehatan, pejabat kesejahteraan sosial dan peneliti di berbagai disiplin kesehatan, akan suatu klasifikasi untuk diterapkan pada morbiditas. Hasilnya, ICD sejak saat itu dibuat sesuai dengan pengelompokan data morbiditas, di samping kegunaan tradisionalnya untuk pencatatan mortalitas.  
Sejak saat itu aspek morbiditas terus melebar melalui revisi-revisi selanjutnya. Data morbiditas semakin banyak dipakai dalam perumusan kebijaksanaan dan program kesehatan, dan dalam pengelolaan, monitoring, dan evaluasinya. Data ini juga dipakai dalam epidemiologi, identifikasi kelompok beresiko, dan riset klinis (termasuk penelitian kejadian penyakit pada berbagai kelompok sosio-ekonomi).
Analisis morbiditas kondisi-tunggal adalah kondisi utama yang sedang diobati atau diperiksa selama episode perawatan kesehatan yang relevan. 
Kondisi utama adalah kondisi, yang didiagnosa pada akhir episode asuhan kesehatan, yang menyebabkan pasien memerlukan pengobatan atau pemeriksaan.
Diagnosis, yaitu penetapan jenis penyakit tertentu berdasarkan analisis hasil anamnesa dan pemeriksaan yang teliti. Penetapan ini penting sekali artinga untuk menetukan pengobatan atau tindakan berikutnya. 
Diagnosis ditinjau dari segi prosesnya, yaitu :
  • Diagnosis awal atau diagnosis kerja, yaitu penetapan diagnosis awal yang belum diikuti dengan pemeriksaan yang lebih mendalam 
  • Diagnosis banding (deferensial diagnosis), yaitu sejumlah diagnosis (lebih dari 1) yang ditetapkan karena adanya kemungkinan-kemungkinan tertentu guna pertimbangan medis untuk ditetapkan diagnosisnya lebih lanjut 
  • Diagnosis akhir, yaitu diagnosis yang menjadi sebab mengapa pasien dirawat dan didasarkan pada hasil-hasil pemeriksaan yang mendalam

Diagnosis ditinjau dari segi keadaan penyakitnya, yaitu :
  • Diagnosis utama, yaitu jenis penyakit utama yang diderita pasien setelah dilakukan pemeriksaan yang lebih mendalam 
  • Diagnosis komplikasi, yaitu penyakit komplikasi karena berasal dari penyakit utamanya 
  • Diagnosis kedua, ketiga dst atau Diagnosis Co-Morbid, yaitu penyakit penyerta diagnosis utama yang bukan berasal dari penyakit utamanya atau sudah ada sebelum diagnosis utama ditemuka
Kondisi lain adalah kondisi yang terdapat bersamaan atau berkembang selama episode asuhan kesehatan, dan mempengaruhi asuhan pasien. (Kondisi lain yang walau pun berhubungan dengan episode sebelumnya, namun tidak mempengaruhi kondisi saat ini, tidak boleh dicatat).
Kalau terdapat lebih dari satu kondisi, harus dipilih kondisi yang membutuhkan penggunaan sumber-daya lebih banyak. Kalau tidak ada diagnosis yang ditegakkan, maka gejala, temuan abnormal, atau masalah pasien harus dipilih sebagai kondisi utama.
Sebagai tambahan pada kondisi utama, catatan medis harus, sedapat mungkin, juga berisi daftar terpisah yang berisi kondisi atau masalah lain yang dihadapi selama episode perawatan kesehatan.

referensi:

  • WHO. Geneva. International Statistical Classification of  Diseases and Related Health Problems Volume 2 Instruction Manual. WHO.2005
  • Mayang Anggraeni. Pelatihan ICD. Jakarta. 2007

0 comments:

Post a Comment