DEFINISI MORBIDITAS, DEFINISI BERBAGAI JENIS DIAGNOSIS
MORBIDITAS
Sumber-sumber informasi yang mungkin terdapat mengenai morbiditas sangat
beragam. Data yang paling cocok untuk analisis nasional atau regional adalah
yang memungkinkan adanya penghitungan insiden penyakit, atau sekurang-kurangnya
penyakit yang terdapat pada asuhan medis atau rumah sakit. Pedoman dan definisi
yang disetujui secara resmi untuk pencatatan penyebab morbiditas dan pemilihan
suatu kondisi tunggal, kalau diperlukan, ditujukan terutama untuk data pada
episode asuhan kesehatan. Bentuk-bentuk lain data memerlukan pengembangan
aturan lokal.
Masalah statistik morbiditas dimulai dengan definisi ‘morbiditas’ itu
sendiri. Banyak tersedia ruang untuk perbaikan statistik morbiditas.
Perbandingan data morbiditas internasional, saat ini, hanya sesuai untuk
cakupan yang sangat terbatas dan untuk tujuan yang disebutkan dengan jelas.
Informasi nasional dan internasional mengenai morbiditas harus diartikan
sehubungan dengan sumbernya dan dengan pengetahuan yang telah ada mengenai mutu
data, keandalan diagnostik, dan ciri-ciri demografi dan sosio-ekonomi.
Pada saat REVISI KEENAM
ICD, yang disetujui tahun 1948, terdapat permintaan para administrator
kesehatan masyarakat, pengelola asuhan kesehatan, pejabat kesejahteraan sosial
dan peneliti di berbagai disiplin kesehatan, akan suatu klasifikasi untuk
diterapkan pada morbiditas. Hasilnya, ICD sejak saat itu dibuat sesuai dengan
pengelompokan data morbiditas, di samping kegunaan tradisionalnya untuk
pencatatan mortalitas.
Sejak saat itu aspek
morbiditas terus melebar melalui revisi-revisi selanjutnya. Data morbiditas
semakin banyak dipakai dalam perumusan kebijaksanaan dan program kesehatan, dan
dalam pengelolaan, monitoring, dan evaluasinya. Data ini juga dipakai dalam
epidemiologi, identifikasi kelompok beresiko, dan riset klinis (termasuk
penelitian kejadian penyakit pada berbagai kelompok sosio-ekonomi).
Analisis morbiditas
kondisi-tunggal adalah kondisi utama yang sedang
diobati atau diperiksa selama episode perawatan kesehatan yang relevan.
Kondisi utama adalah
kondisi, yang didiagnosa pada akhir episode asuhan kesehatan, yang menyebabkan pasien
memerlukan pengobatan atau pemeriksaan.
Diagnosis, yaitu
penetapan jenis penyakit tertentu berdasarkan analisis hasil anamnesa dan
pemeriksaan yang teliti. Penetapan ini penting sekali artinga untuk menetukan
pengobatan atau tindakan berikutnya.
Diagnosis ditinjau dari
segi prosesnya, yaitu :
- Diagnosis
awal atau diagnosis kerja, yaitu penetapan diagnosis awal yang belum
diikuti dengan pemeriksaan yang lebih mendalam
- Diagnosis
banding (deferensial diagnosis), yaitu sejumlah diagnosis (lebih dari 1)
yang ditetapkan karena adanya kemungkinan-kemungkinan tertentu guna
pertimbangan medis untuk ditetapkan diagnosisnya lebih lanjut
- Diagnosis
akhir, yaitu diagnosis yang menjadi sebab mengapa pasien dirawat dan
didasarkan pada hasil-hasil pemeriksaan yang mendalam
Diagnosis ditinjau dari
segi keadaan penyakitnya, yaitu :
- Diagnosis
utama, yaitu jenis penyakit utama yang diderita pasien setelah dilakukan
pemeriksaan yang lebih mendalam
- Diagnosis
komplikasi, yaitu penyakit komplikasi karena berasal dari penyakit
utamanya
- Diagnosis
kedua, ketiga dst atau Diagnosis Co-Morbid, yaitu penyakit penyerta
diagnosis utama yang bukan berasal dari penyakit utamanya atau sudah ada
sebelum diagnosis utama ditemuka
Kondisi lain
adalah kondisi yang terdapat bersamaan atau berkembang selama episode asuhan
kesehatan, dan mempengaruhi asuhan pasien. (Kondisi lain yang walau pun
berhubungan dengan episode sebelumnya, namun tidak mempengaruhi kondisi saat
ini, tidak boleh dicatat).
Kalau terdapat
lebih dari satu kondisi, harus dipilih kondisi yang membutuhkan penggunaan
sumber-daya lebih banyak. Kalau tidak ada diagnosis yang ditegakkan, maka
gejala, temuan abnormal, atau masalah pasien harus dipilih sebagai kondisi
utama.
Sebagai
tambahan pada kondisi utama, catatan medis harus, sedapat mungkin, juga berisi
daftar terpisah yang berisi kondisi atau masalah lain yang dihadapi selama
episode perawatan kesehatan.
referensi:
- WHO.
Geneva. International Statistical Classification of Diseases and
Related Health Problems Volume 2 Instruction Manual. WHO.2005
- Mayang
Anggraeni. Pelatihan ICD. Jakarta. 2007








0 comments:
Post a Comment