Sunday, 4 January 2015

Ayat Muhkamat dan Mutasyabihat


Ditinjau dari aspek pengertian, bahwa ayat-ayat al-qur’an terbagi menjadi dua, yaitu ayat-ayat Muhkamat (yang bisa dinalar) dan ayat-ayat Mutasyabihat (yang sukar dinalar). Allah berfirman:
هُوَ الَّذِيَ أَنزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُّحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ في قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلاَّ اللَّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُواْ الألْبَابِ (آل عمران: 7)
Ayat tersebut mengecam orang-orang yang mengikuti ayat-ayat mutsayabihat yang hanya untuk bertujuan menimbulkan fitnah. Hal ini biasanya dilakukan oleh kelompok di luar Ahlussunnah wal Jamaah, seperti kelompok musyabbihah dan mujassimah dan mu’tazilah yang mengingkari sifat-sifat Allah SWT. Agar umat Islam khususnya Ahlussunnah terjerumus dalam pemahaman yang salah terhadap ayat-ayat al-Qur’an.
Dalam ayat di atas, Allah SWT menamakan ayat muhkamat dengan sebutan Ummul Kitab karena ayat-ayat muhkamat-lah yang harus menjadi acuan dan rujukan dalam memahami ayat-ayat mutasyabihat.[1]


[1]. Muhammad Idrus Ramli, Madzhab al-Asy’ari Benarkah Ahlussunnah wal Jamaah,..?

0 comments:

Post a Comment